Kepaduan Paragraf
Kepaduan paragraf (koherensi) adalah kekompakan hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya pada paragraf
Sebuah paragraf dikatakan padu apabila memiliki syarat-syarat berikut.
- Memiliki Satu Gagasan Pokok
Paragraf yang padu adalah paragraf yang hanya memiliki satu ide pokok. Ide pokok tersebut dapat terletak di awal, tengah, atau akhir paragraf, bahkan awal dan akhir, serta menyebar di seluruh paragraf.
Contoh:
- Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit.
- Beberapa penyakit yang timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis, dan demam berdarah.
- Selain itu, ada juga yang mengalami penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut.
- Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak.
- Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.
Paragraf tersebut sudah padu karena hanya memiliki satu ide pokok yang terletak pada kalimat (1). Paragraf tersebut membahas berbagai macam penyakit akibat bencana banjir lumpur . Kalimat (2), (3), (4), dan (5) mendukung kalimat (1) sebagai ide pokok paragraf. Kalimat (2) dan (3) membahas jenis penyakit yang muncul. Kalimat (4) membahas penderita penyakitnya, sedangkan kalimat (5) membahas penyebab kemunculan penyakit itu.
- Tidak Mengandung Kalimat Sumbang
Kalimat sumbang adalah kalimat yang tidak menjelaskan ide pokok. Maksudnya, kalimat-kalimat dalam paragraf harus terjalin secara logis dan saling berkaitan. Dengan kata lain, jika ada kalimat dalam paragraf yang tidak mendukung ide pokoknya, kalimat tersebut merupakan kalimat sumbang.
Contoh:
- Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit.
- Beberapa penyakit yang timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis, dan demam berdarah
- Selain itu, ada juga yang mengalami penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut.
- Bencana banjir ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat.
- Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak
- Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.
Paragraf tersebut mengandung satu kalimat sumbang, yakni kalimat (4). Kalimat (4) tidak berkaitan dengan ide pokok karena membahas banjir yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah dan masyarakat , sedangkan ide pokok paragraf tersebut adalah berbagai macam penyakit akibat bencana banjir lumpur.
- Adanya Kohesi
Kohesi adalah keterkaitan antarunsur dalam struktur kalimat atau paragraf yang ditandai dengan adanya hal berikut.
- Kata Ganti
Contoh: aku, kamu, dia, ia, beliau, – nya, dan mereka
- Kata Tunjuk
Contoh: ini, itu, tersebut, demikian, di sana, dan berikut
- Konjungsi Antar kalimat
Contoh: oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi, maka dari itu, dan bahkan
- Repetisi (pengulangan kata yang sama)
- Sinonim (persamaan makna kata)
Berikut adalah contoh penerapan semua kohesi tersebut dalam paragraf yang padu.
Contoh:
- Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit.
- Beberapa penyakit yang timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis dan demam berdarah.
- Selain itu, ada juga yang mengalami penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan akut.
- Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak.
- Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.
- Paragraf tersebut mengandung kata ganti – nya pada kata penderitanya di kalimat (4) yang merujuk pada berbagai macam penyakit di kalimat (2) dan (3).
- Paragraf tersebut juga mengandung kata tunjuk itu di kalimat (5) yang juga merujuk pada berbagai penyakit di kalimat (2) dan (3).
- Konjungsi antarkalimat juga ditemukan pada kalimat (3), yakni selain itu yang menghubungkan kalimat (2) dan (3) sebagai penambahan informasi.
- Pengulangan kata yang sama atau repetisi juga ditemukan pada kalimat (1), (2), (3), dan (4), yaitu kata penyakit.
- Terakhir, sinonim atau persamaan makna kata ditandai oleh kata berbagai dan beberapa pada kalimat (1), (2), dan (5) yang bermakna ‘lebih dari satu’.
Semua penanda kohesi tersebut menunjukkan bahwa paragrafnya sudah padu antara satu kalimat dengan kalimat lainnya.