Course Content
GAGASAN POKOK DAN GAGASAN PENJELAS
Ide pokok adalah masalah utama yang menjadi topik atau tema yang disajikan dalam sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga dengan ide utama, gagasan utama, pikiran utama, gagasan pokok, pikiran pokok, dan inti paragraf
0/2
SIMPULAN / KESIMPULAN
Simpulan adalah rumusan akhir berupa opini yang disusun berdasarkan pemahaman pembaca terhadap keseluruhan isi teks.
0/2
INFORMASI TERSURAT DAN TERSIRAT
Informasi tersurat adalah informasi yang dinyatakan secara tertulis dalam teks Informasi tersurat adalah informasi yang tidak dinyatakan secara gamblang
0/2
KONFLIK DALAM BACAAN
0/1
KEPADUAN PARAGRAF
Kepaduan paragraf (koherensi) adalah kekompakan hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat lainnya pada paragraf
0/2
TUJUAN PENULIS DAN POSISI PENULIS DALAM TEKS
0/2
LITERASI DALAM BAHASA INDONESIA – UTBK SNBT
  1. Ide Pokok
  2. Pengertian

Ide pokok adalah masalah utama yang menjadi topik atau tema yang disajikan dalam sebuah paragraf. Ide pokok disebut juga dengan ide utama, gagasan utama, pikiran utama, gagasan pokok, pikiran pokok, dan inti paragraf

  1. Ciri-Ciri
  2. Inti permasalahan dari informasi yang disampaikan dalam paragraf.
  3. Hal yang umum dan mampu mewakili ide lainnya dalam sebuat paragraf.
  4. Letak

Ide pokok terdapat dalam sebuah kalimat utama .

>>> Kalimat utama ≠ kalimat pertama

 

Letak ide pokok berdasarkan kalimat utama sebagai berikut.

  1. Paragraf Deduktif. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal paragraf .

Contoh: Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui pendidikan, seseorang dapat belajar mengenali jati dirinya. Pendidikan juga dapat menjadi alat paling ampuh untuk melindungi diri karena pendidikan merupakan sarana yang membuat kita bisa mendapatkan dan mempelajari banyak pengetahuan.

  1. Paragraf Induktif. Paragraf yang ide pokoknya terletak di akhir paragraf .

Contoh: Membuat sebuah kalimat tidaklah sederhana. Diperlukan pengetahuan mengenai kebahasaan agar kalimat yang ditulis menjadi baku dan efektif. Selain itu, ide menulis yang tidak bisa datang semau kita juga menghambat seseorang dalam memulai kegiatan menulis. Hal-hal Inilah yang menyebabkan menulis merupakan hal yang dianggap sulit bagi masyarakat.

  1. Paragraf Campuran. Paragraf yang ide pokoknya terletak di awal dan akhir paragraf.

Contoh: Sebelum dikonsumsi, sayuran hijau sebaiknya dimasak terlebih dahulu dengan benar. Sayuran yang akan dimasak sebaiknya dicuci sampai bersih dan dipotong-potong sesuai selera. Sayuran jangan dimasak terlalu lama. Jika dimasak terlalu lama, kandungan gizi pada sayuran tersebut akan berkurang. Oleh sebab itu, masaklah sayuran hijau secara benar sebelum dikonsumsi .

  1. Paragraf Ineratif. Paragraf yang ide pokoknya terletak pada kalimat utama yang berada di tengah-tengah paragraf.

Contoh: Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Kelud di Jawa Timur meletus. Selain gunung berapi yang meletus itu, banjir juga terjadi di beberapa daerah, seperti di Jakarta dan NTT. Indonesia memang sedang ditimpa musibah dan bencana. Bencana-bencana tersebut menelan korban jiwa. Padi di sawah-sawah menjadi gagal panen. Sayur-mayur yang banyak ditanam dan dihasilkan di lereng-lereng gunung juga hancur sehingga harga di pasar menjadi melambung.

  1. Ide Pokok Menyebar. Paragraf dengan pola ide pokok menyebar seperti ini tidak memiliki kalimat utama. Ide pokoknya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat di setiap kalimat. Jenis paragraf dengan ide pokok yang menyebar biasanya adalah paragraf naratif dan deskriptif.

Contoh: Matahari mulai muncul menyinari kehidupan ini. Embun pagi masih tersipu tipis-tipis. Bunga-bunga yang berkilau cantik diterpa cahaya matahari. Kupu-kupu yang mulai beterbangan tak tentu arah. Angin semilir menyejukkan hati.

  1. Pengertian Ide Penjelas Ide penjelas adalah gagasan pendukung dari ide pokok. Ide penjelas ini terletak pada kalimat-kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas tersebut berfungsi mendukung, menjelaskan, atau mengembangkan kalimat utama.

Ide penjelas disebut juga dengan gagasan pendukung, pikiran pendukung, gagasan penjelas dan pikiran penjelas

  1. Ciri Ide Penjelas Informasi dalam ide penjelas bisa berupa:
  • Ide penjelas berupa pemerincian
  • Ide penjelas berupa contoh
  • Ide penjelas merupakan data/bukti
  • Ide penjelas bersifat khusus

Contoh:

  • Bertanam hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai media.
  • Selain itu, sistem hidroponik tidak memerlukan air yang terlalu banyak.
  • Penggunaan pupuk juga tidak mencemari tanah dan lingkungan sekitar.
  • Hasil dari bertanam hidroponik tidak kalah dengan penanaman langsung di tanah.
  • Meskipun begitu, biaya awal untuk membuat sistem hidroponik memang agak mahal. Namun, hal ini bisa diakali dengan menggunakan bahan-bahan bekas di sekitar.
  • Itulah manfaat dan kekurangan sistem bertanam hidroponik.

Ide penjelas terdapat pada kalimat (1) s.d. (5) yang merupakan kalimat penjelas. Kalimat-kalimat penjelas merujuk pada kalimat utama di paragraf (6).