Kalimat Fakta dan Opini
- Kalimat Fakta
Kalimat fakta adalah kalimat yang di dalamnya terdapat sebuah informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya .
Ciri-ciri kalimat fakta:
- Dapat dibuktikan kebenarannya (kejadian yang sedang atau telah dan pernah terjadi).
- Bersifat objektif dan berdasarkan fakta atau data.
- Berisi data-data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif.
- Mempunyai data yang akurat (waktu, tanggal, tempat, dan peristiwa).
Contoh:
Dua studi yang dilakukan terpisah oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2018 menemukan, besarnya proporsi pengguna mobil dan sepeda motor menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di Jakarta .
(Diambil dari theconversation.com )
Kalimat tersebut merupakan kalimat fakta karena penelitian tersebut sudah terjadi, dibuktikan dengan data waktu dan data tempat yang akurat , yaitu pada tahun 2018 dan Jakarta. Selain itu, kalimat tersebut memaparkan hasil penelitian berupa data kuantitatif atau data yang diukur berdasarkan jumlah atau angka, yakni tentang proporsi atau jumlah pengguna mobil dan motor yang menjadi penyebab kemacetan .
- Kalimat Opini
Kalimat opini adalah kalimat yang berisi hasil gagasan , pendapat , atau perkiraan orang , baik perorangan maupun kelompok.
Ciri-ciri kalimat opini:
- Tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena menunjukkan kejadian yang belum pasti terjadi atau baru akan terjadi di kemudian hari.
- Bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat , saran , dan uraian yang menjelaskan. Selain itu, bisa juga ditandai dengan adanya penggunaan kata sifat .
- Biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata bisa jadi , sepertinya , mungkin , perlu , seharusnya , atau sebaiknya .
- Tidak memiliki data yang akurat karena berasal dari pandangan penulis secara langsung.
Contoh:
Pemerintah sebaiknya terus mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum sebagai solusi efektif mengurangi emisi sektor transportasi.
Kalimat tersebut merupakan kalimat opini karena berisi saran untuk pemerintah yang ditandai dengan penggunaan kata sebaiknya. Kalimat saran tentunya bersifat subjektif dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena baru berasal dari pemikiran penulis, belum terjadi . Kata sifat efektif dalam kalimat tersebut juga bersifat subjektif karena berdasarkan penilaian penulis.